ABSTRAK

Posted: 15 Februari 2012 in Skripsi

Hardoko, Arya Widiya. 2011. Meningkatkan Efektivitas Pembelajaran Tolak Peluru dengan Pendekatan Bermain pada Siswa Kelas V SD Negeri Wringinsongo 1 Kecamatan Tumpang Kabupaten Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan FIK Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Mu’arifin, M.Pd. (2) Drs. Tatok Sugiarto, S.Pd., M.Pd.

Kata kunci: efektivitas pembelajaran, tolak peluru, pendekatan bermain

Atletik merupakan salah satu ruang lingkup mata pelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan yang terdapat dalam standar kompetensi untuk jenjang Sekolah Dasar Kelas V. Dan kompetensi dasarnya adalah melakukan keterampilan salah-satu olahraga perorangan atletik (lari, lompat, lempar atau tolak) dan pada Kelas V materi pokoknya adalah tolak peluru. Dalam pembelajaran tolak peluru, siswa diharapkan dapat mempraktikkan tolak peluru dengan baik dan benar serta nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Berdasarkan observasi awal, keterampilan tolak peluru di SD Negeri Wringinsongo 1 Tumpang-Malang masih terdapat kelemahan. Siswa masih mengalami kesalahan pada gerakan menolak dan gerakan lanjutan serta afektif siswa dalam mengikuti pembelajaran tolak peluru masih perlu dioptimalkan.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan efektivitas pembelajaran tolak peluru dengan pendekatan bermain pada siswa Kelas V SD Negeri Wringinsongo 1 kecamatan Tumpang kabupaten Malang.
Penelitian dilakukan menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK), dengan jumlah subyek penelitian 16 siswa, diantaranya 5 perempuan dan 11 laki-laki. Sedangkan instrumen yang digunakan adalah lembar observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah dengan analisis kuantitatif deskriptif sederhana, yaitu persentase.
Berdasarkan hasil penelitian diperoleh peningkatan keterampilan tolak peluru siswa dari 76,04% menjadi 89,40% pada siklus ke-2 dan menjadi 97,70% pada siklus ke-3. Tingkat kesalahan tertinggi pada siklus 1 adalah cara melakukan gerakan menolak sebesar 35,48%. Pada siklus ke-2 tingkat kesalahan siswa melakukan gerakan menolak adalah 25,81% dan menjadi 6,45% pada siklus ke-3. Sedangkan tingkat kesalahan pada siklus ke-2 adalah 22,58% kemudian berkurang menjadi 9,68% pada siklus ke-3. Dari aktivitas pembelajaran yang ditunjukkan siswa juga mengalami peningkatan; (a) kerja keras siswa dalam beraktivitas adalah 57,03% (siklus 1), 63,28% (siklus 2), 67,19% (siklus 3) dan meningkat menjadi 75,78% (siklus 4); (b) kerjasama siswa dalam kelompok dari 53,13% (siklus 1) menjadi 56,25% (siklus 2), 61,72% (siklus 3), 67,97% (siklus 4); (c) percaya diri siswa dalam beraktivitas dari 62,50% (siklus 1), menjadi 66,41% (siklus 2), 69,53% (siklus 3) dan meningkat 77,34% (siklus 4). Serta nilai kognitif juga meningkat dari rata-rata 76,25 (pre test) menjadi 84,38 (post test).
Terjadi peningkatan pada setiap siklusnya, jadi dapat disimpulkan bahwa pendekatan bermain dapat meningkatan efektivitas pembelajaran tolak peluru di Kelas V SD Wringinsongo 1 Tumpang-Malang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s